Kamis, 07 November 2013

Perbedaan Anglo Saxon dengan Eropa Kontinental

Perbedaan antara sistem hukum Anglo Saxon dengan Eropa Kontinental :

Pembeda
Sistem Hukum Eropa Kontinental
Sistem Hukum Anglo Saxon
Sumber Hukum
1.      Undang-undang dibentuk oleh legislatif
2.      Kebiasaan yang hidup dan diterima sebagai hukum oleh masyarakat
1.        Putusan hakim
2.        Peraturan hukum tertulis (undang-undang), peraturan administrasi, dan kebiasaan
Bentuk
1.      Mengenal sistem
peradilan administrasi
2.      menjadi modern karena
pengkajian
yang dilakukan oleh perguruan tinggi
3.      Tidak dibutuhkan
lembaga untuk
mengoreksi kaidah
1.      Hanya mengenal satu peradilan untuk semua jenis perkara
2.      Dikembangkan melalui
praktek prosedur hukum
3.      Dibutuhkan suatu lembaga untuk mengoreksi, yaitu lembaga equaty. Lembaga ibi memberi kemungkinan untuk melakukan elaborasi terhadap kaidah-kaidah yang ada guna mengurangi ketegaran.
Kodifikasu Hukum
Ada kodifikasi
Tidak ada kodifikasi hukum
Keputusan Hakim
Tidak dianggap sebagai kaidah atau sumber hukum sedang pada sistem hukum
Keputusan hakim terdahulu terhadap jenis perkara yang sama mutlak harus diikuti.
Pandangan Hakim
Lebih tidak tekhnis, tidak terisolasi dengan kasus tertentu sedang pada sistem hukum
Pandangan hakim lebih teknis dan tertuju pada kasus tertentu.
Kategoris
Bangunan hukum, sistem hukum, dan kategorisasi hukum didasarkan pada hukum tentang kewajiban sedang pada sistem hukum
Kategorisasi fundamental tidak dikenal.Pada sistem hukum eropa kontinental strukturnya terbuka untuk perubahan sedang pada sistem hukum anglo saxon berlandaskan pada kaidah yang sangat kongrit.
Dasar Hukum
Kodifikasi hukum
Yurisprudensi/putusan hakim
Peran Hakim
Tidak bebas
menciptakan hukum baru karena hakim hanya berperan menetapkan dan
menafsirkan peraturan yang ada berdasarkan wewenang yang ada padanya
Bertugas menafsirakan
dan menetapkan peraturan, menciptakan kaidah hukum baru yang mengatur tata kehidupan masyarakat,
menciptakan prinsip hukum baru yang berguna sebagai pegangan bagi hakim dalam memutuskan perkara


Accelerometer dan Gyroscope

Pengenalan Accelerometer
Accelerometer berfungsi untuk mengukur percepatan, mendeteksi getaran, dan bisa juga untuk percepatan gravitasi. Pendeteksian gerakan berdasarkan pada 3 sumbu yaitu kanan-kiri, atas-bawah dan depan-belakang. Pengaplikasian sensor ini biasanya untuk pengukuran kecepatan mesin, getaran mesin, getaran pada bangunan dan kecepatan yang disertasi dengan pengaruh gravitasi bumi. Contoh aplikatif accelerometer seperti pada airbag mobil yang mendeteksi percepatan, gadget-gadget elektronik, safety installation pada kendaraan, dll.


Prinsip Kerja Accelerometer
Prinsip kerja accelerometer berdasarkan pada medan magnet yang digerakkan pada suatu konduktor ataupun konduktor yang digerakkan pada medan magnet maka akan timbul induksi elektromagnetik pada konduktor tersebut. Tipe accelerometer yang beredar di pasaran berbeda-beda, karena tergantung berdasarkan produsen yang memproduksi tipe accelerometer.


Pengenalan Gyroscope
Gyroscope berfungsi untuk mengukur/menentukan orientiasi suatu benda berdasarkan pada ketetapan momentum sudut. Dari pengertian lain gyroscope berfungsi untuk menentukan gerakan sesuai dengan gravitasi yang dilakukan oleh pengguna. Gyroscope ini memiliki peranan yang sangat penting dalam hal mempertahankan keseimbangan suatu benda seperti penggunaannya pada pesawat terbang yang dapat menentukan kemiringan pada sumbu x,y, dan z.
Output yang dihasilkan oleh gyroscope berupa kecepatan sudut yang pada sumbu x akan menjadi phi (Φ), sumbu y menjadi theta (θ), dan sumbu z menjadi psi (Ψ). Sebelum digunakan biasanya gyroscope di kalibarasi terlebih dahulu dengan menggunakan bandul yang fungsinya untuk menentukan nilai faktor ataupun dapat juga melihat pada datasheet sensor yang digunakan.


Prinsip Kerja Gyroscope
Prinsip kerja dari gyroscope ini adalah pada saat gyroscope berotasi maka gyroscope akan memiliki nilai keluaran. Apabila gyroscope berotasi searah dengan jarum jam pada sumbu Z maka tegangan ouput yang dihasilkan akan mengecil sedangkan jika gyroscope berotasi berlawan arah dengan jarum jam pada sumbu Z maka tegangan output yang dihasilkan akan membesar. Pada saat gyroscope tidak sedang berotasi atau berada pada keaadaan diam maka tegangan ouputnya akan sesuai dengan nilai offset gyrosensor tersebut.
Untuk interfacing gyroscope dengan mikrokontroler dapat menggunakan port ADC. Nilai keluaran pada sensor diubah menjadi radian/second (rad/s) lalu diubah kembali menjadi degree/second (deg/s).

Kombinasi Acclerometer dan Gyroscope
Dengan menggunakan kombinasi accelerometer dan gyroscope pada suatu sistem maka accelerometer dapat memberikan pengukuran sudut saat sistem berada pada kondisi diam. Sedangkan pada saat sistem berotasi accelerometer tidak bisa bekerja secara maksimal karena memiliki respon yang lambat. Kelemahan inilah yang dapat diatasi oleh gyroscope karena gyroscope dapat membaca kecepatan sudut yang dinamis. Namun gyroscope juga memiliki kelemahan yaitu proses perpindahan kecepatan sudut dalam jangka waktu yang panjang menjadi tidak akurat karena ada efek bias yang dihasilkan oleh gyroscope.

Contoh aplikatif kombinasi accelerometer dan gyroscope yaitu pada perangkat iPhone yang mengkombinasikan 2 sensor tersebut. Hal tersebut sangat membuat nyaman para pengguna dalam hal pendeteksian sensitivitas gerakan. Dari kombinasi accelerometer dan gyroscope didapatkan 6 sumbu pendeteksian yaitu 3 sumbu rotasi (x,y,z) dan 3 sumbu linier (atas-bawah, kanan-kiri, depan-belakang). Output dari kombinasi sensor ini berupa gambar yang sangat detail dan halus gerakannya dibandingkan dengan smartphone yang hanya menggunakan accelerometer saja.

sumber gambar : en.wikipedia.org
sumber artikel : http://www.geyosoft.com