Rabu, 13 November 2013

Jaringan Internet melalui Kabel Listrik

Jaringan Internet melalui Kabel Listrik atau Broadband over Power Line (BPL) 

Jauh sebelum kabel telepon tetap (fixed line), kabel listrik (power line) telah lebih dulu mengalir ke rumah-rumah dan gedung-gedung perkantoran. Namun, justru kabel telepon tetap yang terlebih dulu digunakan sebagai jalan masuk koneksi internet (last mile) ke perumahan dan perkantoran.

Padahal dengan memanfaatkan kabel listrik sebagai last mile, tentulah penetrasi internet berpita lebar (broadband) akan jauh lebih efektif dan merata. Dengan teknologi Broadband over Power Line (BPL), siapapun tinggal mencolokkan PC ke sembarang stop kontak (electrical outlet), dan secara instan dapat segera menikmati internet berkecepatan tinggi . Dengan menggabungkan prinsip-prinsip teknologi radio, wireless networking dan modem, para pengembang bisa menciptakan cara untuk mengirimkan data melalui kabel listrik ke perumahan dan perkantoran dengan kecepatan berkisar antara 500 Kbps hingga 3 Mbps (setara dengan kecepatan DSL).

Dengan sedikit modifikasi pada kabel listrik, pengembang BPL bisa bekerja sama dengan perusahaan penyedia listrik dan ISP (Internet Service Provider) untuk mewujudkan koneksi broadband kepada setiap pelanggan. Pada titik ini, usulan untuk menjadikan kabel listrik sebagai last mile menawarkan dua jenis layanan, yaitu:
-  menghubungkan perangkat-perangkat listrik didalam rumah atau kantor.
- akses BPL akan membawa koneksi broadband menggunakan kabel, dan memungkinkan perusahaan penyedia listrik untuk mengontrol sistem listrik didalam rumah atau kantor.

Transmisi data berkecepatan tinggi menggunakan kabel listrik, memunculkan potensi untuk menghubungkan semua perangkat listrik yang tercolok atau terhubung didalam rumah. Bayangkan jika perangkat-perangkat listrik dirumah anda memiliki fasilitas auto power atau timer, seperti alarm rumah, sakelar lampu, mesin pembuat kopi atau bahkan mesin cuci bisa berkomunikasi satu sama lain melalui sebuah koneksi internet berkecepatan tinggi. Pagi hari akan terlihat benar-benar berbeda.

Transmisi data berkecepatan tinggi menggunakan kabel listrik, memunculkan potensi untuk menghubungkan semua perangkat listrik yang tercolok atau terhubung didalam rumah. Bayangkan jika perangkat-perangkat listrik dirumah anda memiliki fasilitas auto power atau timer, seperti alarm rumah, sakelar lampu, mesin pembuat kopi atau bahkan mesin cuci bisa berkomunikasi satu sama lain melalui sebuah koneksi internet berkecepatan tinggi. Pagi hari akan terlihat benar-benar berbeda.


Metode Lawas

Biasanya, ISP-ISP besar menyediakan jalur serat optik dari perusahaan telekomunikasi untuk membawa data dari dan ke internet, atau mungkin ke media lain (telepon, DSL atau TV kabel) kerumah anda. Gagasan untuk menggunakan kabel listrik AC (alternating current, arus bolak-balik) untuk mentransfer data sendiri bukanlah hal baru. Dengan membundel energi radio-frequency (RF) pada jalur yang sama dengan arus listrik, data dapat ditransmisikan tanpa perlu menggunakan jalur data terpisah. Hal ini bisa terjadi karena arus listrik dan getaran RF memiliki frekuensi yang berbeda. Keduanya tidak saling menginterferensi.

Perusahaan penyedia listrik telah menggunakan teknologi ini selama bertahun-tahun untuk memonitor kinerja sistem tenaga listrik, dikenal dengan SCADA. Saat ini bahkan telah ada solusi jaringan yang mentransfer data menggunakan kabel listrik untuk perumahan dan perkantoran.

Para pengembang teknologi BPL bekerja sama dengan perusahaan penyediaan listrik di AS tengah bekerja untuk mewujudkan BPL ini. Terdapat beberapa pendekatan yang berbeda untuk mengatasi rintangan yang muncul ketika mentransmisi data melalui kabel listrik.

Menghindari Interferensi

Seperti perusahaan telekomunikasi, perusahaan penyedia listrik juga memiliki kabel yang terbentang di seluruh dunia. Perbedaannya, perusahaan listrik memiliki jaringan kabel listrik yang menjangkau lebih banyak tempat ketimbang serat optik yang dimiliki perusahaan telekomunikasi. Kenyataan ini jelas menjadikan kabel listrik sebagai kendaraan yang paling berpotensi untuk menyediakan koneksi internet ke tempat-tempat yang belum terjangkau oleh kabel serat optik.

Kabel merupakan salah satu komponen dari jaringan yang dimiliki pleh perusahaan penyedia listrik. Selain kabel, jaringan listrik menggunakan generator, stasiun kecil atau gardu, transformer atau trafo dan perangkat penyambung lainnya untuk membawa listrik dari pembangkit listrik menuju rumah atau kantor.

Ketika listrik meninggalkan pembangkit, dia bergerak menuju gardu, baru kemudian disitribusikan ke kabel-kabel transmisi bertegangan tinggi. Ketika digunakan untuk mentransmisi koneksi broadband, kabel bertegangan tinggi inilah yang menjadi penghalang pertama. Listrik yang mengalir pada kabel transmisi ini dapat bertegangan tinggi sekitar 150 kV atau bahkan bertegangan ekstra tinggi diatas 500 kV. Besarnya tegangan ini sangat tidak cocok untuk mentransmisi data.

Seperti telah dijelaskan diatas, arus listrik dan RF menggunakan frekuensi yang berbeda. Agar data dapat ditransmisikan secara jernih dari satu titik ke titik lainnya, maka dibutuhkan jalur yang mendukung spektrum radio untuk bergetar tanpa terinterferensi oleh sumber lain. Ratusan ribu volt listrik tersebut tidak bergetar di frekuensi yang tetap. Arus listrik dalam jumlah tersebut melibas semua spektrum, dan bila bergerak di spektrum yang digunkan RF, dapat dipastikan sinyal transmisi data akan drop atau bahkan hancur berantakan.

BPL mem-bypass masalah ini dengan menghindari penggunaan bersama kabel bertegangan tinggi. Sistem ini menurunkan tegangan data menjadi 7200 volt, atau sama dengan tegangan listrik yang dialirkan pada kebel bertegangan menengah.

Jumat, 08 November 2013

Who Am I ???

Siapa aku sebenarnya.....??

Ya, pertanyaan sederhana, namun sulit untuk menemukan jawabannya. Beberapa hari yg lalu hingga sekarang, aku sendiri masih berusaha mengenali siapa diriku sebenarnya, bagaimana kepribadianku, tipe orang seperti apa aku ini. 

Banyak yg mengatakan kalau aku orang yg dingin, cuek, pemalu, apatis. Tapi, separah itukah pribadiku?? Aku memutuskan untuk sekedar browsing baik di internet maupun buku (walaupun akhirnya gk jadi beli, g bawa uang soalnya, hahaha....). Aku menemukan bahwa di dunia ini ada 2 kelompok besar kepribadian manusia, ekstrovert dan introvert.

Namun aku lebih fokus ke introvert, karena aku merasa inilah kepribadianku sebenarnya. Introvert itu adalah kepribadiaan seseorang yang suka menyendiri. Orang-orang introvert itu lebih memilih sibuk dengan dirinya sendiri ketimbang harus melakukan obrolan singkat yang tidak penting dengan orang-orang yang tidak begitu akrab dengannya. Meskipun sangat suka menyendiri, orang-orang introvert bukan berarti adalah orang yang pendiam. Orang introvert akan banyak bicara dengan teman yang sudah lama ia kenal dan keluarga mereka sendiri.

Mengapa orang introvert tidak menyukasi percakapan singkat?
Tentu saja. Sebab orang introvert sangat benci pembicaraan basa-basi. Orang introvert akan mau berbicara apabila itu memang diperlukan. Orang introvert akan benar-benar berfikir sebelum ia berbicara. Jadi, apabila seorang introvert sudah berbicara dapat dipastikan itu adalah hal yang patut ditanggapi serius.

Mengapa orang introvert tidak menyukai keramaian?
Wajar saja. Selain ingin menghindari percakapan yang sepenuhnya tidak penting, ia merasa bahwa sendiri itu dapat membangkitkan energi dan menjernihkan pikiran sang introvert.

Apakah orang cuek itu sama dengan orang introvert?
Tidak selalu. Tergantung kondisinya. Seseorang dikatakan cuek, apabila dia bertindak, berbicara, bersikap dan bergaya terserah seperti apa yang dia mau, tidak memperdulikan orang lain akan berfikir apa. Sedangkan orang introvert, meskipun dia tidak memperdulikan orang lain, tetapi setiap ia akan bertindak dia selalu berfikir terhadap reaksi yang akan ia terima jika ia melakukan atau mengatakan sesuatu. 

Lalu, apakah seorang introvert bisa jatuh cinta?
Sampai juga kepada pertanyaan inti (hihihi). Seintrovert apapun seseorang, dia juga manusia. Tidak ada manusia yang tidak memiliki rasa istimewa terhadap seseorang. Jadi jatuh cinta itu pasti dirasakan oleh manusia, termasuk orang introvert. Hanya saja memang orang introvert sedikit susah untuk jatuh cinta. Mereka sangat berhati-hati bila lawan jenis mendekatinya. 

Bagaimana ciri-ciri orang introvert jatuh cinta?
Entahlah. Setiap orang pasti punya ekspresi jatuh cinta yang berbeda. Tetapi jika kepribadian introvert adalah yang tidak menyukai percakapan, tentu saja seorang introvert akan mengekspresikan perasaannya melalui tulisan, seperti puisi misalnya. Atau dengan sepatah dua patah kalimat manis di setiap kicauan di akun twitternya. Tetapi tetap saja, raut wajah tidak bisa menipu ketika seorang jatuh cinta, seorang introvert akan terlihat bahagia selepas bertemu dengan orang yang istimewa baginya. Namun, bahaya bagi introvert jika ia bertemu dengan seseorang spesialnya itu. Sebab ia akan cemas dan merasakan keringat dingin. Mungkin dia akan bertingkah aneh dan berbicara sedikit terbata-bata. But, wait, tidakkah semua orang seperti itu?

Seperti apa introvert akan mencintai pasangannya?
Ketahuilah, ketika seorang introvert itu adalah manusia yang sulit untuk jatuh cinta, bagaimana mungkin dia bisa melepaskan seseorang yang ia cintai dengan mudah. Bukankah untuk mencintai seseorang lain lagi itu akan menjadi lebih sulit lagi? Jadi, jika seorang introvert mencintai seseorang, dia akan berpandang lurus ke satu hati saja. Serius. (Curcol lah ini namanya). Dan hal ini memang benar2 terjadi padaku, butuh waktu bertahun-tahun bagiku untuk melupakan seorang yg pernah menghiasi hatiku.

Namun, apapun kelebihan dan kekurangan yg kita miliki, ya inilah kita. Tuhan itu adil! Tugas pokok kita adalah bersyukur dan menerima apa yang ada dalam diri kita. Orang yg dikatakan kuat, adalah dia yang mampu menerima dan memaafkan kekurangan yg dimiliki. Seseorang tidak akan berhasil dalam hidupnya jika tidak mau mengenali dan memahami siapa dia sebenarnya. Jadi, tidak perlu jadi orang lain untuk mengenal jati diri kita sebenarnya. Be yourself, ok!!